Blog EntryKetika Cantik vs. Ketika JelekApr 11, '08 1:51 AM
for everyone
Ternyata, memang dunia ini senang keindahan.
Paling tidak orang-orang yang cantik dan enak dilihat, umumnya diperhatikan orang. Kalau bicara di kampus-kampus aku selalu bilang, ini bukan lagi zamannya "Don't judge a book by its cover". Karena cover itu penting.
Majalah Cosmopolitan dan bukuku aja diplastikin, jadi orang beli karena covernya, dulu, juga ringkasan isinya.

Dan ketika aku menjadi jelek, dunia berbalik. Ini pengalamanku. Kulitku gatel-gatel dan bercak-bercak karena sinar matahari (terlalu asyik sama rafting dan kegiatan outdoor), nah, aku ngaca. Hm...kayaknya suram banget nih muka, pikirku. Jadilah aku ke dokter kulit. Dianjurkan chemical peeling. Sadar diri dengan usia yang membuat regenerasi kulit susah banget, walau dengan scrub berkali-kali, aku mengiyakan.

Bukan proses menuju cantik yang mau aku ceritakan, tapi proses saat jelek.
Peeling memang merusak kulit dulu, supaya mengelupas dan digantikan kulit baru yang segar. Saat pengelupasan inilah, kulit menjadi sangat hitam dan pada ngelentek, ngelupas. Serem deh.

Ini yang aku amati:
1) Orang jadi nggak menatap aku lagi saat bicara atau sebaliknya, mengamati dengan rasa penuh ingin tahu, jadi tidak konsentrasi atau fokus. Selama peeling aku selalu bilang gini kalau bertemu klien atau pas rapat, "Maaf ya, saya sedang perawatan kulit."

2) Saat penjelasan tidak bisa terus diucapkan, orang pada umumnya, di tempat umum, bersikap sama: melihat (bertanya-tanya) atau tidak melihat. Di supermarket, ketika aku bertanya sesuatu, si mbak2 hanya menunjuk lorong dan tidak melihat wajahku sama sekali setelah melihat sekilas!

3) Ketika cantik, aku merasa diperhatikan. Ketika jelek, orang kurang memperhatikan. Bahkan satpam enggan menawarkan pertolongan, buka pintu atau mengangkat barang, misalnya. Satpam yang sama.

4) Aku bersyukur pada Allah, bahwa aku dianugerahi wajah yang sering disebut "cantik" (hahahaha, bukan standar model), tapi aku juga lebih bersyukur merasakan apa yang mereka rasakan yang merasa wajah "tidak cantik".

5) Terkadang orang berwajah cantik, hatinya cantik. Kadang orang berwajah cantik, hatinya jelek. Kadang orang berwajah jelek, hatinya cantik. Atau berwajah jelek, hatinya pun jelek. Dan kita semua punya andil soal pembentukan karakter.
Contoh, bayangkan orang jelek, bertanya sesuatu, sudah tidak dijawab (baca: dicuekin) eh tidak dilihat. Jadinya si jelek marah-marah, menyumpah. Pantesan gambar2 nenek sihir wajahnya jelek. Ada yang gak cantik, eh ke dukun pula, minta susuk...ih serem.
Tapi, ingat juga, ibu tiri puteri salju itu cantik, hatinya jahat. Hm...

Ada juga yang jelek, tapi karena tersenyum terus, jadi lama2 cantik. Keliatan cantik, menyenangkan, betah diajak ngomong. Sebaliknya, cantik, jutek banget, lama2 kayak nenek sihir.

Dunia ini memang sangat diskriminasi. Paling tidak makin diskriminasi. Kalau tidak cantik, punyalah duit banyak. Jadi tidak usah heran kalau dibilang orang jelek (maaf), tapi uangnya banyak, kok ceweknya banyak. Atau orang cakep banget, tapi gak punya uang, juga laku keras.

Ah, ngomong apa aku.
Aku berjanji nggak pernah mendiskriminasikan orang atas muka mereka.
Tapi pada hati.

(Matur sembah nuwun Gusti Allah, hari ini kulitku mulai normal. Dan sepertinya disebut "cantik" membahagiakanku, aku nggak bisa bohong. Jagalah aku ya Allah, dari segala kejelekan, wajah atau hati.)

45 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ydiani wrote on Apr 11
amin..nice sharing mba :)
sangadam wrote on Apr 11
wah....aura mbak fira selalu cantik ko pancarannya
omhanif wrote on Apr 11
di photo2 terakhir yg aku lihat
Fira tetep cantik koq, cuma agak kurusan yaa
firabas wrote on Apr 11
omhanif said
di photo2 terakhir yg aku lihat
Fira tetep cantik koq, cuma agak kurusan yaa
Terima kasih, Oom. Kurus karena banyak kerjaan, hehe. Eh, setengah vegetarian juga :-)
dapotfamily wrote on Apr 11
seneng bacanya..
sedang beradaptasi dengan roommate baru, yang suka merasa paling cantik sak-singapore
heheheheh.....
dh3wie wrote on Apr 11
sharing pengalaman ya mbak?

sekarang ini sepertinya jarang orang yang menyadari perubahan dan menanggapi secara bijak gini...
thx buat sharingnya..pelajaran langka neh...
lalacamelia wrote on Apr 11
cantik dari dalem bisa kliatan diluar kok mba Fira...
dan menurut aku, mba Fira cantik kok...
cirgobanggocir wrote on Apr 11
cantik atau tidak., itu relatif mbak... juga tergantung persepsi.
faisaledogawa wrote on Apr 11
waahhh... tulisannya baguss..
firabas wrote on Apr 11, edited on Apr 11
cantik atau tidak., itu relatif mbak... juga tergantung persepsi.
benar. "Beauty is in the eye of the beholder," ada ungkapan ini. tapi ada persamaan umum, atau general, misalnya wanita yang difoto untuk cover majalah2 gaya hidup umumnya disebut cantik secara umum. Kalau gak cantik, bagaimana "menjual" artikel2 perawatan kulit dan tubuh? kalau cowok misalnya, tom cruise secara umum dibilang cakep (aku udah pernah ketemu dan wawancara di singapur, memang cakep. malah cakepan aslinya! hehehe ). menurutku lho...hehehe.
tianarief wrote on Apr 11
ternyata banyak orang yang tidak lolos-uji ya? :D
ecut wrote on Apr 11, edited on Apr 11
sering senyum bikin tambah cantik lho mbak dan juga keriput, heheh
putradaerah wrote on Apr 11
Cantik itu relatif, tapi kalo charming itu absolut. Setuju nggak, mbak?
mellltje wrote on Apr 11
firabas said
kalau cowok misalnya, tom cruise secara umum dibilang cakep (aku udah pernah ketemu dan wawancara di singapur, memang cakep. malah cakepan aslinya! hehehe ). menurutku lho...hehehe.
tom cruise sama elo lebih pendek siapa fir =P
yayajanuary wrote on Apr 11
yang sempurna itu kan cuman Tuhan, mbak :)
nadnuts wrote on Apr 11
firabas said
hatinya cantik
ini yg jauh lbh penting :D
myshant wrote on Apr 11
udah cantik, hatinya cantik, pasti temennya banyak :)
wietjevanbawor wrote on Apr 11
Makasih sharingnya... memang bener cantik hati dan wajah..adalah kombinasi yang tak ada tandingnya.., have a gewd friday..:)
astrimaretta wrote on Apr 11
aku juga pernah ngalemin kaya gitu mbak...kulit muka perawatan yg merah2 gitu...gak pd bgt deh...sekarang alhamdulillah udah baik lagi....tapi aku seneng banget loh ngeliat mbak vira udah cantik banyak senyum juga....
hadiningrum wrote on Apr 11
Inner beauty kayaknya lebih penting, cantik hati, cantik batin. Dan aura kecantikan dalam itu akan terpancar ke luar. Tapi memang di zaman ini ketika semua dinilai dari fisik dan materi, kecantikan kecantikan fisik menjadi lebih penting. Karena untuk menilai kecantikan batin seseorang perlu waktu. Di zaman tergesa-gesa seperti ini, orang tidak sabar untuk melihat seseorang dibalik covernya. Sayang memang, tapi ini kenyataan. Thanks for sharing your experience, Fira.
windageulis wrote on Apr 11
wajah sayah juga sedang merah2 dibawah pengawasan dokter
farranasir wrote on Apr 11
mudah-mudahan cantik terus
sampai nanti, sampai mati
amin...
mesmerizeprincess wrote on Apr 11
aku tadinya gak percaya inner beauty lebih penting, sampi suatu saat aku ketemu wanita dengan muka biasa2nya, bertubuh yg tidak bisa dibilang kurus, mengenal dia pun tidak. ternyata dia pintar, menyenangkan, rendah hati, mempunyai banyak bakat, penuh dengan anugrah Tuhan.. dan sampai sekarang, dia orang yang aku kagumi setelah orang tua ku dan dalai lama (sedikit berlebihan hehe) dan aku menganggapnya wanita-hampir-sempurna , darisitu aku mulai percaya, kita bisa menjadi orang yang sangat istimewa tanpa harus menjadi cantik..

akupun sering mengalami kejadian yg tidak mengenakkan ketika orang menganggap kita tidak cantik, tetapi masih banyak yg harus disyukuri daripada menyelami perasaan tidak enak itu ^_^

nice writing fira.. :))
muhammadreza wrote on Apr 11
menurut saya, walaupun cantik itu bukan segalanya, tapi doi bukan nothing juga. dan berkaitan dengan momen hari kartini yg semakin dekat, kayanya kecantikan justru bisa dijadikan senjata tambahan dalam berkompetisi di tempat kerja. Ibarat dua proposal yg isinya sama, kalau yg satunya bercover glossy dan pake scented paper, pasti dibaca duluan dibanding yg standar dgn kertas jeruk dan hvs ala kadarnya (wah jadi ngelantur ya.....)
beningbanyubiru wrote on Apr 11
cantik iyu adalah pisau bermata dua ; bisa menjadi jebakan, bisa pula menjadi anugerah. Orang tercantik adalah orang dengan kepekaan soasial, dengan kesediaan berbagi tak terbatas bagi yang lain. Kecantikan untuk mengejar popularitas, ehm sesuatu yang patut dikasihani...
nengima wrote on Apr 11
no offense.. saat melihat orang pertama kali pasti diliat looknya dulu..
klo kata iklan, selanjutnya terserah anda..
makanya banyak yang suka kecele, pertama berkesan menyenangkan lama-lama jadi annoying berat =D
toh klo emang orang itu okehh,, lama2 juga pasti keliatan..
lifawall wrote on Apr 11
hehehe, mbaca ini kok jadi inget kaca ajaib si ibu tiri putri salju....
Kacaa ajaib....katakan siapa yg punya wajah palsu....
nice writing mbk,, yg penting hati aja jgn sampai palsu.
atau sampai dijual
rieskar wrote on Apr 11
jadi inget buku : Cantik itu luka..
multa2001 wrote on Apr 11
yang pernah aku baca tulisannya pakar psi " kalu kita merasa yakin diri kita cantik, maka orang orang lain sekeliling kita akan meyakininya pula"....
igloodesigndecor wrote on Apr 11
inner & outer itu saling mempengaruhi sih kalo menurutku
ucupadi wrote on Apr 11
kalo saya sih dari matanya ngeliat gimana nih orang.....
feeling sih bisa menilai orang dari tatapan matanya..
apapun itu, saya tetep berusaha berprasangka baik ama orang lain...
hilariousekar wrote on Apr 12
jarang-jarang mba, ada yang mau cerita ketika sedang 'tidak cantik'. but you did it! and i do really appreciate it ;) saluuuutt! kalau menurutku, keputusan mba untuk bercerita tentang ini, merupakan suatu hal yang 'cantik' :)
Comment deleted at the request of the author.
sweetsavitri wrote on Apr 13
Iya Mbk, agar selalu tetap menarik, lbh baik qt bs merawat diri qt agar bs cantik luar dan jg menjaga hati agar cantik dalam.
Saya jg prnh di-peeling sama dokter kulit krn mslh jerawat. Rasa2nya selama semgu jd minder sndiri dan merasa paling jelek smpe g brani berinteraksi dg org.. hehe.. tp stlh itu, alhamdulillah percaya diri-nya kembali lagi.
kartikawati wrote on Apr 13
ketika aku jobless aku jelek, ketika aku jobfull aku tambah jelek, mending mana nih hahahahaha
rh1ena wrote on Apr 13
aku pernah punya pengalaman yg sama mbak, bukan cuma ketika wajah kita lg bermasalah, tapi juga ketika pakaian kita kurang rapi, atau agak ngegembel, orang akan memberi perhatian dg cara yg beda, yaahh, gitu deh :-)
khdija wrote on Apr 14
yup setuju banget fir..........,aku juga engga setuju jika orang hanya menilai kita dari fisiknya aja......dah ga jaman kali........bukannya sekarang jamannya orang diliat dari ilmunya (?)
tehkici wrote on Apr 14
Fira lagi ngeletek yaa.. kulitnya.. tp ttp cantik hatinya kok.. bentar lagi cantik semua kan.. salam manis ya Fira..
elfida wrote on Apr 15
hai mba fira, pa kabar :D
alointan wrote on Apr 25
Kalo mBA FIRA, Cantik n pinter, itu yang aku tau...ato sok tau?
hehehehe
iyanksugesti wrote on Apr 29
wah.. harusnya di pasang fotonya mbak.. biar kita semua tau.. gak cuma membayangkan.. he..he.he..
gopaan wrote on May 6
^<>^ mba fira smart
cutalma wrote on May 8
Gak enak banget ngebahas sesuatu yang bersifat membandingkan. apalagi persoalan cantik dan jelek, karena apapun atau siapapun yang diomongin, ujung-ujungnya pasti diskriminatif. ya kan mba??

Aku setuju, yang penting adalah kecantikan hati.
hutriest wrote on May 11
bersyukur udah pernah merasa jelek yaa mbak.. dan saya suka salut sama orang yang punya semangat hidup dengan segala kekurangannya, Tuhan memang maha adil, memberikan sesuatu cobaan ke orang-orang yang sanggup memikulnya ^^
tololoe wrote on May 14
begitulah, kita baru tahu sengsara,jelek,miskin,bodoh tidak enak saat kita merasakannya. tapi bila tidak, maka maaf saudaraku apa yang kamu katakan aku tidak mengerti....!?
GUBRAK
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help